- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Pemkab Lembata Apresiasi Kontribusi PT SMJ, Dorong Modernisasi Pertanian dan Peningkatan PAD
Dengan capaian awal yang positif, pemerintah optimistis kerja sama ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi petani lokal dalam meningkatkan teknik budidaya dan hasil produksi.

MDTV-NEWS.com, Lewoleba - Pemerintah Kabupaten Lembata memberikan apresiasi terhadap langkah cepat PT Silvano Maynard Jaya (PT SMJ) yang dalam waktu kurang dari satu bulan beroperasi telah menunjukkan kontribusi nyata bagi modernisasi pertanian sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Perusahaan tersebut menyetorkan PAD sebesar Rp25 juta kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, disampaikan langsung oleh Operational Representatif PT SMJ Lembata, Stanislaus Kebesa, pada 20 November 2025.
Kontribusi keuangan tersebut, menurut Stanis Kebesa, berasal dari aktivitas pembajakan lahan pertanian sebagai bagian dari implementasi program pengembangan jagung di Kabupaten Lembata.
Baca Lainnya :
- Wabup Lembata Resmi Buka Pelatihan KDKMP 2025 sebagai Langkah Strategis Membangun Fondasi Ekonomi Desa0
- Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Sukacita Meluas hingga ke Lembata0
- Tantangan Fiskal Berat Dana Transfer ke Daerah 2026 Dipangkas, Jadi Sorotan Utama di Lembata0
- Asisten III Setda Lembata Lepas Kontingen Guru Paud Mengikuti PORSENI, Pesan Bupati Lembata Jaga Nama Baik Daerah 0
- “Kontingen Porseni Lembata Resmi Dilepas, Siap Junjung Sportivitas dan Harumkan Nama Daerah”0
PT SMJ, yang bergerak dalam penerapan metode pertanian modern, mulai bekerja di lapangan setelah memberikan pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) kepada para petani pada 4 November 2025.
Perusahaan telah membajak 25 hektare dari total target 108 hektare di wilayah Kecamatan Ile Ape, mencakup Kolipadan, Parek Walang, Waowala, dan dalam waktu dekat merambah ke Riangbao Petuntawa.
Dengan biaya pembajakan Rp1 juta per hektare, setoran PAD awal diserahkan sebesar Rp25 juta.
Program pembajakan lahan yang sedang berlangsung ini menjadi persiapan awal menuju penanaman benih jagung pada Desember 2025.
Pemerintah daerah menilai langkah tersebut sebagai salah satu titik penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengolahan lahan yang lebih baik, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan pendapatan petani dan kontribusi ekonomi daerah dari sektor pertanian.
Kebesa menegaskan kembali bahwa pembajakan lahan tidak hanya merupakan kegiatan teknis, tetapi juga memiliki dampak pembangunan jangka panjang bagi Lembata.
Menurutnya, kualitas pengolahan tanah berpengaruh langsung terhadap hasil panen dan secara tidak langsung meningkatkan PAD.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Muktar Hada, menyampaikan apresiasi mewakili Pemerintah Kabupaten Lembata atas kontribusi tersebut.
Ia di ruang kerjanya, menyebutkan bahwa penyetoran PAD sebesar Rp25 juta menunjukkan komitmen PT SMJ dalam mendukung pembangunan daerah dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, investor, dan petani.
Hada menilai kehadiran perusahaan itu sebagai langkah maju dalam mendorong pertanian yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.
Ia menyatakan bahwa pemerintah siap memberikan dukungan penuh agar target 108 hektare dapat tercapai dan memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan petani serta ketahanan pangan di Lembata.
Pemkab Lembata berharap keterlibatan PT SMJ dapat terus berlanjut dan menjadi model kemitraan produktif di sektor pertanian.
Dengan capaian awal yang positif, pemerintah optimistis kerja sama ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi petani lokal dalam meningkatkan teknik budidaya dan hasil produksi, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan pendapatan daerah. (prokompimkablembata)
















