- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat
Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com – Festival Internasional Lamaholot 2026 di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya menampilkan pertunjukan meriah di panggung utama, tetapi juga mengajak wisatawan mancanegara menyelami keberagaman kehidupan budaya masyarakat adat secara langsung pada hari kedua pelaksanaannya, Kamis (2/7/2026).
wisatawan mancanegara yang hadir pada rangkaian post tour menjadi bukti meningkatnya daya tarik Festival Internasional Lamaholot sebagai destinasi wisata budaya bertaraf internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur kepada media ini, Kamis (2/7/2026) mengatakan, Setelah malam pembukaan yang berlangsung meriah di Pantai Wulen Luo, rombongan wisatawan asing bersama tamu undangan mengikuti agenda post tour ke sejumlah desa wisata di Kabupaten Lembata.
Baca Lainnya :
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan0
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot0
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba0
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga0
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman0
"Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Lamaholot yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun," ujar Jack Wuwur.
Malam pembukaan sebelumnya dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, para bupati dari wilayah budaya Lamaholot, serta perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pembukaan resmi ditandai dengan tiupan buri atau cangkang siput secara bersama-sama, disertai penyerahan Piagam Karisma Event Nusantara (KEN) kepada Pemerintah Kabupaten Lembata.
Berbagai pertunjukan seni memukau ribuan pengunjung pada malam pertama, mulai dari Tari Dolo-Dolo asal Flores Timur, Tari Lego-Lego dari Alor, tarian kolosal Lamaholot, fashion show etnik, hingga pentas Sole Oha massal yang menampilkan semangat persaudaraan masyarakat Lamaholot.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur menjelaskan, memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada eksplorasi budaya di Desa Wisata Atakore dan Lusilame. Wisatawan mancanegara disambut dengan tarian Holo Beba sebelum diajak mengunjungi dapur alam geothermal Karun Watuwawer, salah satu potensi wisata unik yang dimiliki Lembata.
Mereka juga menyaksikan secara langsung aktivitas menenun kain tradisional, kerajinan anyaman lontar, serta menikmati beragam kuliner khas masyarakat setempat. Interaksi tersebut memberikan pengalaman autentik mengenai kehidupan masyarakat adat yang masih menjaga tradisi leluhur.
Perjalanan budaya kemudian dilanjutkan ke Kampung Adat Lewogolen. Di lokasi ini, para wisatawan diperkenalkan dengan permainan rakyat Gese dan Erak, serta pertunjukan tari tradisional Dua Bolo yang sarat makna kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan budaya.
Selain menyaksikan pertunjukan seni, para pengunjung memperoleh pengalaman langsung hidup bersama masyarakat dan mengenal nilai-nilai budaya Lamaholot dari dekat.
Pada malam harinya, panggung utama di Pantai Wulen Luo kembali diramaikan dengan penampilan seni dari berbagai desa wisata serta paguyuban budaya dari Manggarai dan Ende, mempertegas semangat persatuan budaya Flores, Lembata, dan Alor dalam bingkai Festival Internasional Lamaholot 2026.***















