Seringkali berawal dari perkelahian anak dibawah umur dapat berdampak menjadi kesalahpahaman antar orang tua hingga bisa menjadi antar kelompok bahkan antar kampung. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Bhabinkamtibmas di Desa Binaanya berusaha menjadi mediator untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini.
Seperti yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Batui Aipda Usman bersama perangkat dan aparat Desa Uso memediasi perkelahian remaja yang masih tergolong dibawah umur dan masih berstatus pelajar di Desa Uso, Kecamatan Batui. Senin (23/1/2023).
Kapolsek Batui Iptu Andriansyah Arthadana mengungkapkan, kasus dugaan pengeroyokan ini berawal saat salah seorang pelajar SD bernisial FA didatangi tiga pelajar lainnya sesama sekolah.
"Saat itu ketiga pelajar ini langsung memukul FA," ungkapnya.
Selanjutnya, kata Andriansyah, kasus ini kemudian dilaporkan korban kepada Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa untuk ditindak lanjuti lebih lanjut.
"Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa kemudian mempertemukan kedua belah pihak didampingi orang tua masing-masing," kata perwira pangkat dua balak ini.
Dari hasil pertemuan, Kapolsek menyebutkan, kedua belah pihak kemudian sepakat untuk berdamai dengan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
"Dan membuatkan surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan perbuatan tersebut," sebutnya.
Ia juga berharap dengan adanya problem solving ini, permasalahan yang dialami oleh setiap warga binaan dapat diselesaikan dengan musyawarah.
"Dengan begitu setiap permasalahan tidak sampai ke ranah hukum," pungkasnya.
Berita Terkait
Wabup Nasir Gerakkan Strategi Baru Dongkrak Penerimaan Pajak Kendaraan
Bupati Lembata Tinjau Irigasi Urumitem Waikomo, Dorong Produktivitas Sawah dan Kemandirian Pangan Daerah
Matangkan Strategi Akselerasi Pembangunan Berbasis Potensi Lokal, Bupati Kanis Pimpin Langsung Rapat Konsolidasi Program Kegiatan 2026
Bupati Lembata Terima Kunjungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT, Bahas Monitoring Pembangunan Infrastruktur 2025
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata
Kunjungi SLB Negeri Lewoleba, Kacabdin Rovin Siap Promosikan Karya Siswa Berkebutuhan Khusus
Data dan Fakta Membuktikan Beras Indonesia Melimpah
Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
Lembata Bidik Posisi Sentra Garam Nasional, Investasi 5.000 Hektare Siap Produksi 500 Ton per Hari
Gubernur Melki Lantik Direksi dan Komisaris Bank NTT, Bupati Lembata Ingatkan Skema Pembiayaan Mudah Diakses UMKM Lokal