- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
Bupati dan Wakil Bupati Lembata Audiensi dengan Tim Surveyor KKP dan Mahasiswa IPB Terkait Kampung Nelayan Merah Putih
potensi sumber daya perikanan di Lembata sangat besar dan didukung oleh karakter masyarakat pesisir yang kuat,

MDTV-NEWS.com, Lewoleba, 16 Desember 2026 — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, bersama Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos, didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lembata, Hadi Umar, S.Pd., M.T, beraudiensi dengan Tim Surveyor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta mahasiswa IPB University. Audiensi berlangsung di ruang tunggu Bandara Wunopito, Kabupaten Lembata, dan membahas pelaksanaan survei lahan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Dalam pertemuan tersebut,Bupati Lembata menegaskan komitmen pemerintah daerah agar Kabupaten Lembata dapat menjadi salah satu lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Menurutnya, potensi sumber daya perikanan di Lembata sangat besar dan didukung oleh karakter masyarakat pesisir yang kuat, sehingga layak dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan nelayan berbasis ekonomi kelautan.
Tim Surveyor KKP yang bekerja sama dengan IPB University melakukan survei di empat lokasi. Setiap lokasi ditangani oleh dua orang surveyor, sehingga total terdapat delapan surveyor yang terlibat. Tiga lokasi diusulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Wulandoni, Lewoleba Tengah, dan Wailolong. Sementara itu, satu lokasi lainnya, Babokerong, disurvei khusus untuk pengembangan budidaya rumput laut.
Baca Lainnya :
- Sekolah Rakyat Dipastikan Hadir di Lembata, tonggak penting peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia0
- Reforma Agraria 2025 Melalui Kegiatan PTSL 1350 Bidang di Lembata Berjalan Sukses0
- Hadir Di Rakor Diaspora NTT, Bupati Lembata: Peran Diaspora Sangat Strategis Sebagai Jembatan Pemasaran UMKM, Pangan, Dan Hasil Laut NTT0
- LBH SIKAP Lembata Tambah Personil, Tiga Anggotanya dinyatakan Lulus Ujian Advokat oleh DPP K.A.I0
- Deklarasi Frontal di Hari HAM, Tolak Geothermal dan Dukung Perlawanan Masyarakat0
Survei ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus meletakkan fondasi pemberdayaan masyarakat pesisir yang berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan. Para surveyor bertugas memverifikasi data usulan pemerintah daerah, berdialog langsung dengan masyarakat, mengidentifikasi potensi usaha perikanan dan kelautan, serta menyusun model bisnis lokal yang berkelanjutan.
Salah satu mahasiswa IPB yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan kesan positifnya terhadap Kabupaten Lembata. Ia menilai Lembata sebagai salah satu lokasi terbaik yang mereka kunjungi, baik dari sisi potensi sumber daya kelautan maupun dukungan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap hasil survei ini dapat memperkuat peluang Lembata untuk ditetapkan sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dan pengembangan ekonomi pesisir secara berkelanjutan. (ProkompimPemKabLembata)
















