- Andika Terpilih Jadi Ketua PP IPMALUTIM, Usung Arah Baru Organisasi
- Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan
- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.COM - Audiensi ini menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan komunitas relawan yang bergerak di bidang kebencanaan, lingkungan, perubahan iklim, dan kemanusiaan. Forum Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Lembata sendiri merupakan forum yang berfokus pada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana serta peningkatan kesadaran masyarakat, dengan keanggotaan sekitar 161 kelompok organisasi dan relawan komunitas yang telah terbentuk sejak tahun 1999. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Bupati (29/1) siang.
Dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus dan anggota FPRB menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Lembata berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan. Sejumlah isu strategis yang disoroti antara lain kelangkaan bahan bakar minyak dan minyak tanah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya kaum perempuan, serta persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan serius akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan praktik pengelolaan yang belum sesuai.

Baca Lainnya :
- Upacara Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Turangga T.A. 2026 Polres Lembata0
- Fokus Penyegaran Kinerja, Badan Gizi Nasional Gelar Pelatihan bagi karyawan SPPG di Lembata0
- Perdana, LBH SIKAP di Percaya Pengadilan Agama Lewoleba layani Pos Bantuan Hukum Gratis0
- Pemkab Lembata-PT Prime Timor Teken MoU Pengembangan Sektor Perikanan dan Peternakan, Tekankan Standar Ekspor dan Produk Babi Lokal Organik0
- Pelabuhan Feri Waijarang Belum Beroperasi, ASDP Sampaikan Permohonan Maaf dan Komitmen Tindak Lanjut0
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen FPRB dalam mengawal isu-isu pembangunan dan kebencanaan di daerah. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi atas permasalahan yang ada, termasuk dengan menyurati dan melakukan pertemuan dengan pihak terkait mengenai keterbatasan kuota BBM serta mengupayakan penambahan sarana transportasi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen kajian FPRB kepada Bupati Lembata sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mendorong kebijakan berbasis data dan kajian. (ProkompimPemKabLembata)
















