- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat
Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.COM - Audiensi ini menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan komunitas relawan yang bergerak di bidang kebencanaan, lingkungan, perubahan iklim, dan kemanusiaan. Forum Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Lembata sendiri merupakan forum yang berfokus pada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana serta peningkatan kesadaran masyarakat, dengan keanggotaan sekitar 161 kelompok organisasi dan relawan komunitas yang telah terbentuk sejak tahun 1999. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Bupati (29/1) siang.
Dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus dan anggota FPRB menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Lembata berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan. Sejumlah isu strategis yang disoroti antara lain kelangkaan bahan bakar minyak dan minyak tanah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya kaum perempuan, serta persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan serius akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan praktik pengelolaan yang belum sesuai.

Baca Lainnya :
- Upacara Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Turangga T.A. 2026 Polres Lembata0
- Fokus Penyegaran Kinerja, Badan Gizi Nasional Gelar Pelatihan bagi karyawan SPPG di Lembata0
- Perdana, LBH SIKAP di Percaya Pengadilan Agama Lewoleba layani Pos Bantuan Hukum Gratis0
- Pemkab Lembata-PT Prime Timor Teken MoU Pengembangan Sektor Perikanan dan Peternakan, Tekankan Standar Ekspor dan Produk Babi Lokal Organik0
- Pelabuhan Feri Waijarang Belum Beroperasi, ASDP Sampaikan Permohonan Maaf dan Komitmen Tindak Lanjut0
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen FPRB dalam mengawal isu-isu pembangunan dan kebencanaan di daerah. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi atas permasalahan yang ada, termasuk dengan menyurati dan melakukan pertemuan dengan pihak terkait mengenai keterbatasan kuota BBM serta mengupayakan penambahan sarana transportasi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen kajian FPRB kepada Bupati Lembata sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mendorong kebijakan berbasis data dan kajian. (ProkompimPemKabLembata)
















