- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
BUPATI LEMBATA TANAM JAGUNG HIBRIDA DI DESA TAPOBARAN \" Dorong Produktivitas Purna Migran dan Petani Lokal Lewat Lahan Ekspansi\"
Dalam arahannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa program ini harus dilaksanakan secara serius dan tuntas, bukan sekadar simbolis

MDTV-NEWS.com, Lembata — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, melakukan kunjungan kerja ke Desa Tapobaran dalam rangka penanaman perdana jagung hibrida pada lahan ekspansi. Kegiatan ini melibatkan para purna migran bersama Kelompok Tani Harapan sebagai upaya mendorong peningkatan produksi pertanian dan pendapatan masyarakat desa.
Bupati Tuaq hadir didampingi sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Pertanian, Dinas Nakertrans, Dinas PMD, Satpol PP, Dinas Kominfo, Kesbangpol, dan Dinas Parekraf. Turut hadir Camat Lebatukan serta Kepala Desa Tapobaran. Rombongan pemerintah disambut secara adat oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap kunjungan pimpinan daerah.
Kelompok Tani Harapan, yang mengelola lahan seluas 3,3 hektar dengan total 7 anggota, menjadi mitra utama dalam pelaksanaan penanaman perdana ini. Jenis jagung yang ditanam adalah jagung hibrida Pioner varietas P88, dengan jarak tanam 20 cm sesuai rekomendasi teknis untuk mencapai hasil produksi optimal.
Baca Lainnya :
- BMKG NTT Peringatkan Cuaca Ekstrem 8–14 Desember 2025 Di Sejumlah Wilayah Berpotensi Bencana Hidrometrologi0
- BUPATI KANIS TINJAU STOK OBAT DAN PELAYANAN KESEHATAN PASTIKAN KETERSEDIAAN OBAT JELANG AKHIR TAHUN DAN MEMASUKI AWAL TAHUN 20260
- Aksi Damai APDESI Lembata, Bupati Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Desa Terkait PMK 81/20250
- BUPATI LEMBATA TINJAU KAWASAN JAGUNG INDUSTRI DAN PERKUAT PEMBERDAYAAN PETANI0
- Dorong Perluasan Lahan, Penguatan Infrastruktur Air, dan Penataan Klaster Produksi, Bupati Lembata Tinjau Pengembangan Jagung Industri Dan Holtikultura Di Buyasuri - Omesuri0
Dalam arahannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa program ini harus dilaksanakan secara serius dan tuntas, bukan sekadar simbolis.
“Tidak boleh tanam simbolis. Tanam harus sampai habis, karena kita tidak mau merugikan petani,” tegas Bupati. Ia juga mendorong pola tanam ganda untuk meningkatkan pendapatan petani.
“Kacang hijau juga, supaya pendapatan dari kacang hijau dan jagung bisa berjalan bersamaan. "Bapa senang, Mama senang,” ujarnya, menekankan pentingnya kesejahteraan keluarga petani.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi purna migran dan petani lokal untuk lebih mandiri, produktif, serta mampu mengembangkan potensi pertanian di Desa Tapobaran. Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung kebutuhan petani, baik dari sisi pendampingan teknis, penyediaan benih unggul, hingga akses pemasaran.
Dengan penanaman perdana ini, Desa Tapobaran diproyeksikan menjadi salah satu kawasan pengembangan jagung hibrida yang mampu memberi kontribusi bagi ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Lembata. (ProkompimPemKabLembata)
















