- Kecelakaan lalulintas di lembata,mobil pick up terbalik,pemotor terpental keluar badan jalan
- Desa Cantik 2026 Diluncurkan: IPM Meningkat, Kemiskinan Masih Tinggi, Bupati Lembata Tekankan Pentingnya Data Akurat
- Halal Bihalal BKMT–Kemenag Bersama Umat Lembata Ditutup Wabup Nasir, Tekankan Peran Ibu dan Harmoni
- Komunitas Sound System Lembata Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2026–2029
- Bupati Lembata Promosikan Hidden Gem Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan
- Hadiri Festival Lamaholot, Bupati Lembata Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Eksistensi Budaya dan Transformasi Ekonomi
- Merajut Kasih di Wailolong: Saat Idulfitri dan Paskah Menyatukan Hati
- Dari Panggung Seni ke Kehidupan Masyarakat, Frater Ritapiret Belajar Nilai Sosial dan Spiritualitas
- Uji coba Pembukaan Ramp Door Kapal Fery KMP Inerie II Tidak Dapat Dilakukan di Pelabuhan Laut Lewoleba
- Enam Bulan Perjuangan Pemda Lembata, ASDP Gagal Yakinkan Kapten: Kapal Terapung Tanpa Tindakan
Desa Cantik 2026 Diluncurkan: IPM Meningkat, Kemiskinan Masih Tinggi, Bupati Lembata Tekankan Pentingnya Data Akurat

LEMBATA, MDTV-NEWS.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Kabupaten Lembata sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa.
Program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Peluncuran program tersebut berlangsung di halaman kantor Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan, Selasa (14/4/2026), dan dihadiri Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Kepala BPS Kabupaten Lembata, Muhamad Sukin, dan jajaran perangkat daerah serta aparat desa.
Baca Lainnya :
- Halal Bihalal BKMT–Kemenag Bersama Umat Lembata Ditutup Wabup Nasir, Tekankan Peran Ibu dan Harmoni 0
- Komunitas Sound System Lembata Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2026–20290
- Bupati Lembata Promosikan Hidden Gem Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan0
- Hadiri Festival Lamaholot, Bupati Lembata Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Eksistensi Budaya dan Transformasi Ekonomi0
- Merajut Kasih di Wailolong: Saat Idulfitri dan Paskah Menyatukan Hati 0
Berdasarkan laporan capaian kinerja makro yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Lembata pada triwulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lembata pada 2025 tercatat sekitar 4,47 persen. Angka ini menunjukkan stabilitas ekonomi daerah yang terus membaik.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 69,70, mencerminkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Namun demikian, tingkat kemiskinan masih berada pada kisaran 23,27 persen. Kondisi ini menjadi tantangan utama yang perlu diatasi melalui kebijakan yang lebih terarah dan berbasis data.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 1,37 persen dan inflasi daerah relatif terkendali.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kanis menekankan bahwa data yang akurat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Pembangunan harus berbasis data. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” ujar Bupati.
Program Desa Cantik yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Lembata bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan data.
Pada 2026, desa yang menjadi lokus program ini diantaranya Lamatuka, Baopana, dan Muruona.
Menurut Bupati, program ini sejalan dengan kebijakan nasional Satu Data Indonesia serta mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa untuk memperkuat sinergi dalam mendukung sistem statistik nasional hingga ke tingkat desa.
Selain itu, Bupati Kanis menyinggung rencana pelaksanaan sensus sosial ekonomi nasional pada Mei 2026. Ia menilai kesiapan data dari desa akan sangat menentukan kualitas hasil sensus dan berdampak pada arah kebijakan pembangunan.
Akhir dari kegiatan Pencanangan Desa Cantik 2026 ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan piagam oleh Bupati Lembata bersama Kepala BPS, Muhamad Sukin, Camat Lebatukan dan Ile Ape, serta perwakilan organisasi perangkat daerah terkait.
Melalui program ini, BPS bersama pemerintah daerah berharap pengelolaan data di tingkat desa semakin baik, sehingga mampu mendukung pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Prokompimkablembata)















