- Lansia Hebat, Lembata Kuat: Wakil Bupati Lembata Buka Peringatan Hari Lansia Nasional
- Bupati Lembata Lepas 21 Calon Mahasiswa ke Semarang, Program Kuliah Sambil Bekerja Jadi Peluang Emas Generasi Muda
- Dorong Pembangunan Rumah Dinas Tenaga Kesehatan di Desa Bean,Wabup Nasir Tinjau langsung Lokasi
- Sambut Milad ke-60, KAHMI Makassar Gelar Baksos dan Tabligh Akbar di Pangkep
- Idul Adha di Waowala, Bupati Kanis Tekankan Solidaritas, Wabup Nasir Angkat Rehumanisasi Kehidupan
- Bupati Lembata Pimpin Evaluasi Program Strategis Daerah, Tekankan Kolaborasi dan Hilirisasi
- Bupati Lembata Dukung Penuh Ekspansi Jagung Industri LKARI
- Lembata Fishing Tournament 2026: Tuna 30 Kilogram Antar Emmanuel Toni Rebut Piala Bupati dan Uang Rp.75 juta
- Di Balik Harlah Fatayat NU: Data LKP3A Bicara, Kekerasan Perempuan-Anak di Lembata Menguak Fakta Pahit
- Berdaya dan Mendunia: Fatayat NU Lembata Launching Rumah Produksi & RA Qurrata A’yun
Halal Bihalal BKMT–Kemenag Bersama Umat Lembata Ditutup Wabup Nasir, Tekankan Peran Ibu dan Harmoni

LEMBATA, MDTV-NEWS.COM — Di bawah langit Desa Lamaau yang cerah , kebersamaan tumbuh seperti benih yang disiram nilai iman dan toleransi. Silaturahmi Halalbihalal Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Lembata bersama Kementerian Agama dan umat lintas agama. Dengan tema “Kita Bangun Generasi Emas Melalui Ibu yang Berilmu dan Berakhlak Mulia” menjadi panggung persaudaraan, tempat perbedaan tidak menjadi sekat, melainkan jembatan yang menguatkan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, unsur Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan instansi vertikal (Kemenag dan Kementerian Haji dan Umroh), Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, para Pimpinan dan Perwakilan OPD, Para camat, pimpinan Bank NTT, Ketua BKMT Kabupaten Lembata, Ketua FKUB, Romo Dekenat Lembata, Ustadz Sudarmin Bakir, S.HI, Ketua Fatayat NU, kepala desa se-Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan majelis taklim se-Kabupaten Lembata
Ketua BKMT Kabupaten Lembata, Hj. Nurmila Nasir, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halalbihalal bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan memperkokoh kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Lembata. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian program yang meliputi zikir bersama, bakti sosial, pemeriksaan kesehatan, serta berbagai lomba kreativitas.
Baca Lainnya :
- Komunitas Sound System Lembata Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2026–20290
- Bupati Lembata Promosikan Hidden Gem Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan0
- Hadiri Festival Lamaholot, Bupati Lembata Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Eksistensi Budaya dan Transformasi Ekonomi0
- Merajut Kasih di Wailolong: Saat Idulfitri dan Paskah Menyatukan Hati 0
- Dari Panggung Seni ke Kehidupan Masyarakat, Frater Ritapiret Belajar Nilai Sosial dan Spiritualitas0
“Kegiatan ini bukan tentang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana kita merawat kebersamaan dan memperkuat silaturahmi sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.
Dari perspektif, Romo Deken Lembata, Romo Philipus Sinyo Dago, Pr, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memperkuat kerja sama antar umat beragama. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pamit setelah 22 tahun mengabdi di Lembata, seraya mengucapkan terima kasih serta permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas kebersamaan yang telah terjalin.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, H. Jamaluddin Malik, S.Ag, menegaskan bahwa Lembata merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi di Nusa Tenggara Timur. Ia menilai keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas agama, termasuk keterlibatan aktif pemuda Katolik dalam menyukseskan kegiatan BKMT.
Dalam tausiah, Ustadz Sudarmin Bakir, S.HI, mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Halalbihalal sebagai sarana memperkuat persatuan dan berlomba dalam kebaikan. Ia juga menekankan pentingnya peran ibu sebagai madrasah pertama dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
Sebagai penutup, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menghadirkan refleksi yang mendalam tentang makna kebersamaan dan peran keluarga dalam membangun peradaban. Ia menggambarkan bahwa kehidupan sosial ibarat sebuah galaksi—setiap unsur memiliki perannya masing-masing, bergerak dalam keseimbangan, dan saling memberi kehidupan.
Wabup Nasir menegaskan bahwa keluarga adalah pusat gravitasi pertama dalam kehidupan manusia, sementara ibu adalah poros yang menjaga keseimbangan itu tetap utuh. Dari rahim seorang ibu, lahir generasi; dari sentuhannya, tumbuh nilai; dan dari keteladanannya, terbentuk masa depan.
Menurutnya, sekitar 80 persen pembentukan karakter manusia terjadi dalam lingkungan keluarga. Karena itu, jika ingin membangun generasi emas, maka yang harus diperkuat terlebih dahulu adalah fondasi keluarga dan di situlah peran ibu menjadi kunci yang tidak tergantikan.
Wabup Nasir juga menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan, tidak hanya literasi pengetahuan, tetapi juga literasi moral, sosial, dan spiritual. Menurutnya, kemajuan tanpa nilai hanya akan melahirkan kekosongan, sementara ilmu yang berpadu dengan iman akan melahirkan peradaban.
Dalam refleksi spiritualnya, ia mengaitkan pesan Idul Fitri dan Paskah sebagai dua kekuatan nilai yang saling melengkapi. Idul Fitri mengajarkan penyucian diri, sementara Paskah menghadirkan makna pengorbanan dan harapan baru.
“Dua momentum ini ibarat dua sisi mata uang kehidupanmengajarkan kita untuk membersihkan diri sekaligus membangun harapan,” ungkapnya.
Wabup Nasir pun mengajak seluruh masyarakat Lembata untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk terpecah. Dalam pandangannya, keberagaman adalah harmoni yang harus dirawat, seperti nada-nada berbeda yang menyatu menjadi sebuah simfoni indah.
Menutup sambutannya, Wabup Nasir secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Halalbihalal BKMT Tahun 2026, sembari menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada umat Muslim dan selamat Paskah kepada umat Kristiani.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dipersatukan. Karena dari keberagaman itulah, lahir kekuatan untuk membangun Lembata yang lebih baik,” pungkasnya.
(ProkompimPemKabLembata)
















