- Kecelakaan lalulintas di lembata,mobil pick up terbalik,pemotor terpental keluar badan jalan
- Desa Cantik 2026 Diluncurkan: IPM Meningkat, Kemiskinan Masih Tinggi, Bupati Lembata Tekankan Pentingnya Data Akurat
- Halal Bihalal BKMT–Kemenag Bersama Umat Lembata Ditutup Wabup Nasir, Tekankan Peran Ibu dan Harmoni
- Komunitas Sound System Lembata Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2026–2029
- Bupati Lembata Promosikan Hidden Gem Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan
- Hadiri Festival Lamaholot, Bupati Lembata Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Eksistensi Budaya dan Transformasi Ekonomi
- Merajut Kasih di Wailolong: Saat Idulfitri dan Paskah Menyatukan Hati
- Dari Panggung Seni ke Kehidupan Masyarakat, Frater Ritapiret Belajar Nilai Sosial dan Spiritualitas
- Uji coba Pembukaan Ramp Door Kapal Fery KMP Inerie II Tidak Dapat Dilakukan di Pelabuhan Laut Lewoleba
- Enam Bulan Perjuangan Pemda Lembata, ASDP Gagal Yakinkan Kapten: Kapal Terapung Tanpa Tindakan
Dari Panggung Seni ke Kehidupan Masyarakat, Frater Ritapiret Belajar Nilai Sosial dan Spiritualitas

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.COM – Malam Pentas Seni Frater Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret di Aula Serbaguna SMPK St. Pius X, Lewoleba, Jumat (10/4) malam, tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas para frater, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nilai sosial dan spiritual.
Kegiatan ini menekankan pentingnya kesederhanaan, gotong royong, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, berhalangan hadir karena agenda kerja di luar daerah sehingga diwakili oleh Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi.
Baca Lainnya :
- Uji coba Pembukaan Ramp Door Kapal Fery KMP Inerie II Tidak Dapat Dilakukan di Pelabuhan Laut Lewoleba 0
- Enam Bulan Perjuangan Pemda Lembata, ASDP Gagal Yakinkan Kapten: Kapal Terapung Tanpa Tindakan0
- Pemkab Lembata Perkuat Komitmen Turunkan Pengangguran, Raih Apresiasi Tim Kemendagri dalam Validasi IGA0
- Halalbihalal KEMALA: Wabup Nasir Gaungkan Persatuan sebagai Energi Kolektif Pembangunan0
- Pemkab Lembata Siapkan Sistem Pembelian Jagung, Bupati Tuaq Tekankan Perlindungan Petani0
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Suciadi menegaskan bahwa kegiatan pentas seni merupakan kesempatan bagi para frater untuk memahami kehidupan masyarakat secara nyata, sekaligus menumbuhkan nilai pelayanan, kerendahan hati, dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap frater-frater dapat belajar langsung dari masyarakat tentang kesederhanaan, gotong royong, serta semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan kita,” ujar Suciadi.
Ia menambahkan bahwa pengalaman ini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan panggilan hidup para frater, khususnya dalam melayani umat dan masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat sapaan dari para tokoh keagamaan. Romo Pedro Sina, Pembimbing Tingkat IV Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, menegaskan bahwa seni memiliki karakter indah dan bermanfaat.
"Seni menawarkan keindahan, dan menawarkan juga kebermanfaatan," ungkapnya.
Selain itu, Romo Pedro juga menekankan pentingnya pembinaan spiritual yang berpadu dengan kreativitas dan kepedulian sosial. Yang memiliki kepekaan terhadap sesama, alam dan dunia ini.
Sementara Romo Deken Lembata, RD. Blasius Masang Kleden, menekankan bahwa pentas seni menjadi media untuk mengekspresikan bakat sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Kehadiran para frater di paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba bagi Romo Blasi, dimaknai sebagai sebuah spirit baru kehidupan iman di paroki ini.
"Semoga kehadiran mereka membawa sukacita bagi kita semua, terlebih motivasi untuk anak-anak kita bisa mengikuti mereka, minimal mempersiapkan diri mereka untuk masa depan kemandirian mereka semua," pesan Romo Blasi.
Para frater berkolaborasi dengan kalangan muda, remaja, dan sekami serta para calon suster menampilkan berbagai karya seni, mulai dari musik, drama, hingga tari, yang tidak hanya memperlihatkan kemampuan artistik, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang luhur, penuh persaudaraan dan kebersamaan.
Pentas seni ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kepekaan sosial, budaya, dan spiritual yang kuat dalam diri para frater.
Hadirin yang datang turut menyambut antusias, mencerminkan hubungan harmonis antara pendidikan keagamaan dan masyarakat.
Kehadiran mereka memberikan energi positif bagi para frater sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Lembata.
“Pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah untuk mengekspresikan bakat dan nilai-nilai luhur. Semoga pengalaman ini semakin menumbuhkan semangat pelayanan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” kata Suciadi menutup sambutannya. (ProkompimPemKabLembata)
















