- Ketua IWO Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen : Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru, Harapkan Sinergi dan Komunikasi Semakin Erat dengan Insan Pers
- Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
- Bupati Lembata Lantik 13 Kepala Sekolah dan 42 Pejabat Fungsional
- Susana Prada menghadirkan pangan Lokal Jagung titi di Festival Lamaholot 2026
- Pemerintah Resmi Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Bupati Lembata Lepas Peserta Karnaval Budaya Festival Lamaholot
- Koordinasi di Jakarta, BPP DOB Perkuat Arah Perjuangan Provinsi Luwu Raya
- PAD Tumbuh 16,33% Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan
- Gemuruh Buri Buka Festival Lamaholot 2026, Lembata Gaungkan Persatuan untuk Indonesia dan Dunia
- Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot 2026, Tradisi Lamaholot dan Kreativitas Lokal Memikat Wisatawan
Enam Bulan Perjuangan Pemda Lembata, ASDP Gagal Yakinkan Kapten: Kapal Terapung Tanpa Tindakan

WAIJARANG, MDTV-NEWS.COM - Upaya pemerintah Kabupaten Lembata memulihkan jalur transportasi laut di Pelabuhan Ferry Waijarang pada Kamis, (9/4/2026) kembali menemui kegagalan, setelah berbulan-bulan berjuang dan berkoordinasi dengan ASDP.
Sebelumnya, rencana uji coba sandar kapal KMP Inerie II pada Kamis siang, di pelabuhan laut Lewoleba batal karena kondisi pelabuhan tidak memungkinkan penggunaan Ramp Door akibat pendangkalan air.
Sebagai alternatif, KMP Ile Mandiri dijadwalkan uji coba sore hari, di pelabuhan Ferry Waijarang, kapal berukuran lebih kecil dengan panjang sekitar 45 meter.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lembata Perkuat Komitmen Turunkan Pengangguran, Raih Apresiasi Tim Kemendagri dalam Validasi IGA0
- Halalbihalal KEMALA: Wabup Nasir Gaungkan Persatuan sebagai Energi Kolektif Pembangunan0
- Pemkab Lembata Siapkan Sistem Pembelian Jagung, Bupati Tuaq Tekankan Perlindungan Petani0
- Safari Paskah 2026 di Kedang, Bupati Lembata Dorong Penguatan Kebersamaan dan Ekonomi Umat0
- Pemkab Lembata Sambut Tim Validasi BSKDN Kemendagri, Fokus Penurunan Pengangguran0
Namun, kapal kembali gagal bersandar. Kapten KMP Ile Mandiri menolak melakukan uji coba dengan alasan arus laut yang kurang baik, padahal kondisi air laut dalam keadaan slack water, tenang dan ideal untuk olah gerak maupun sandar kapal.
Kapal akhirnya dibiarkan terapung di depan pelabuhan sekitar kurang lebih 200 meter sebelum mundur ke Pelabuhan Ferry Deri di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, yang selama ini terus mendorong percepatan perbaikan jalur transportasi laut, menyatakan kekecewaannya atas kegagalan uji coba ini.
“Selama enam bulan, kami berupaya keras melakukan koordinasi dan menyiapkan segala teknis agar kapal bisa bersandar. Hasil sore ini jelas mengecewakan, karena upaya panjang pemerintah daerah belum membuahkan kepastian bagi masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan ASDP Lembata, Nanda, menyatakan pihaknya sudah berupaya meyakinkan kapten dengan berbagai pendekatan teknis dan koordinasi lintas instansi, dan juga melaporkan kondisi terkini di pelabuhan Ferry Waijarang ke Kapten Kapal Ile Mandiri via hubungan telpon.
“Keselamatan kapal dan penumpang tetap menjadi prioritas. Kami sudah melakukan upaya maksimal, namun kapten tetap menolak karena arus laut,” jelasnya.
Pihak Syahbandar menambahkan bahwa metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring dolphin nomor 4 terlihat semakin miring.
Meski demikian, kekecewaan pemerintah daerah menjadi sorotan publik karena masyarakat Lembata sangat bergantung pada jalur transportasi laut yang kini masih terganggu.
Kegagalan uji coba sore ini menegaskan tantangan besar dalam mengelola operasional Pelabuhan Ferry Waijarang.
ASDP belum berhasil meyakinkan kapten kapal, sementara pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat bisa kembali menikmati transportasi laut yang aman dan lancar.(BlB)
















