- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Membuka Tabligh Akbar di Masjid Ummul Quroh: Wabup Nasir Tekankan Kepekaan Sosial dan Kerukunan

LEWOLEBA, 28 Maret 2026 |MDTV-NEWS.COM — Suasana Masjid Ummul Quroh sore itu terasa teduh, bukan hanya oleh cahaya senja Ramadhan, kehadiran Wakil Bupati Lembata, H. Muhammad Nasir, menambah kekhidmatan sore itu, menyatu bersama jamaah dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna.
Sejak pukul 16.00 WITA, jamaah memadati halaman masjid untuk mengikuti Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama bertema “Puasa Ramadhan Meningkatkan Kepekaan Sosial dan Kerukunan Umat Beragama.” Lantunan ayat suci Al-Qur’an membuka rangkaian kegiatan, menghadirkan suasana reflektif yang juga disiarkan secara langsung melalui YouTube agar menjangkau masyarakat lebih luas.
Turut hadir Kapolres Lembata, Kepala Pengadilan Agama Lembata, Imamumil Muslimin Syekh Dr. KH Yakhsyallah Mansur, Ma, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala BKPSDM Kabupaten Lembata, Ketua MUI Lembata, Ketua PC NU Lembata, , Ketua BKMT H. Nurmila Nasir, Ketua BPM Ummul Quroh, para ustadz dan imam, Ibu-Ibu Majelis Ta’lim, serta panitia pelaksana.
Baca Lainnya :
- Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila0
- Pesan Kebersamaan dan Persaudaraan Mewarnai Safari Ramadhan Bupati Lembata di Masjid Al-Munawwarah Auq Ikang0
- Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata0
- Temui Wabup Nasir, PLN ULP Lembata Bahas Program Terang Berkah Ramadhan0
- Evaluasi Ketat dan Terukur, Bupati Lembata Perkuat Mutu Layanan Kesehatan hingga Tingkat Puskesmas0

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir menegaskan bahwa puasa adalah latihan karakter yang membentuk integritas pribadi sekaligus memperhalus kepekaan sosial. Ia menggunakan analogi matematika: pecahan dengan penyebut berbeda tidak dapat dijumlahkan sebelum disamakan. Demikian pula keberagaman bangsa memerlukan nilai pemersatu.
“Penyebut itu adalah Pancasila. Di sanalah perbedaan bertemu tanpa saling meniadakan,” ujarnya.
Wabup Nasir juga menegaskan bahwa visi Lembata yang maju, lestari, dan berdaya saing tidak cukup dibangun dengan infrastruktur semata. Kemajuan sejati harus berdiri di atas fondasi moral, toleransi, dan kehidupan religius yang sehat. Ramadhan, katanya, adalah cahaya petunjuk namun cahaya itu harus dibawa keluar dari masjid dan dihidupkan dalam keseharian.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berkontribusi.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi membuka Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama.
Kemudian dilanjutkan Tausiah Imamul Muslimin, Syekh Dr. KH. Yakhsyallah Mansur , dalam tausiah mengajak jamaah memandang puasa sebagai pengalaman yang menyamakan rasa. Mengutip teori kebutuhan dari Abraham Maslow, ia menjelaskan bahwa kebutuhan paling dasar manusia adalah makan dan minum. Lapar adalah pengalaman universal melampaui agama, suku, dan status sosial.
Puasa, tegasnya, bukan sekadar menahan lapar secara fisik (hissi), tetapi melatih makna batin (maknawi). Ia mencontohkan kisah perempuan pendosa yang memberi minum seekor anjing kehausan sebuah tindakan empatik yang menjadi sebab ampunan. Pesan yang ingin ditekankan: rahmat Allah tidak dibatasi oleh label sosial, dan kebaikan bisa lahir dari siapa saja.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah tidak boleh berhenti pada ritual lahiriah. Shalat seharusnya mengikis kesombongan; zakat mendidik jiwa agar tidak diperbudak oleh harta. Mengutip pandangan Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, zakat bukan sekadar distribusi kekayaan, tetapi pendidikan karakter agar manusia tumbuh dalam kelapangan jiwa dan kepedulian sosial.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, H. Jamaludin Malik, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Syekh dan seluruh jamaah. Ia menegaskan bahwa kemajemukan masyarakat Lembata; Islam, Katolik, Hindu, Buddha; Jawa, Lamaholot, Buton, Bugis, Padang adalah warna yang memperindah kebersamaan.
Ia juga menyinggung hujan yang turun dalam dua hari terakhir sebagai pengingat akan rahmat dan keberkahan.
“Tugas kita bukan hanya mendengar, tetapi mengamalkan. Jika nilai-nilai tadi kita hidupkan, Lembata akan tetap rukun dan damai,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka. Takbir menggema di Masjid Ummul Quroh, mengikat harap agar Ramadan tahun ini tidak berhenti sebagai ritual tahunan, melainkan benar-benar menjadi ruang tumbuhnya empati, rendah hati, dan persaudaraan di Bumi Lewotana. (ProkompimPemkabLembata)
















