- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

LEMBATA, MDTV-NEWS.COM - Kehadiran Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, dalam Safari Ramadan di Masjid Al-Munawarrah, Balauring, pada 27 Februari 2026, tak sekadar seremoni rutin pemerintah daerah.
Di hadapan jamaah yang memadati masjid, Nasir tampil bukan hanya sebagai pejabat publik, tetapi sebagai penceramah yang membawa refleksi tentang iman, tanggung jawab, dan fondasi kebangsaan.
Ia melanjutkan agenda safari usai Bupati P. Kanisius Tuaq berpamitan, dengan mengikuti Sholat Isya dan Tarawih berjamaah bersama umat Muslim setempat.
Baca Lainnya :
- Pesan Kebersamaan dan Persaudaraan Mewarnai Safari Ramadhan Bupati Lembata di Masjid Al-Munawwarah Auq Ikang0
- Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata0
- Temui Wabup Nasir, PLN ULP Lembata Bahas Program Terang Berkah Ramadhan0
- Evaluasi Ketat dan Terukur, Bupati Lembata Perkuat Mutu Layanan Kesehatan hingga Tingkat Puskesmas0
- Sinergi Pemda dan BPS, Lembata Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 20260

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indonesia.
Ia menyinggung pemikiran Soekarno yang, menurutnya, dibangun di atas rasionalitas dan sistematika berpikir.
Analogi matematika pun digunakan: pecahan dengan penyebut berbeda tak bisa dijumlahkan tanpa disamakan lebih dulu.
Bagi Nasir, Indonesia lahir dari beragam 'pecahan' agama, suku, kepentingan, dan pandangan politik, yang hanya dapat disatukan melalui satu penyebut bersama, yakni Pancasila.
Tak berhenti di sana, Wabup Nasir membawa jamaah pada refleksi tentang kontribusi peradaban Islam terhadap dunia modern.
Ia menyebut Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi sebagai tokoh yang meletakkan dasar konsep algoritma, fondasi sistem digital hari ini.
Pesan yang hendak ditegaskan: kemajuan lahir dari keteraturan berpikir dan kedewasaan sikap, bukan dari emosi yang lepas kendali.
Di tengah tantangan sosial dan derasnya arus informasi, ia mengingatkan pentingnya rasionalitas dalam beragama dan berbangsa.
Dalam konteks Ramadan, Wabup Nasir menekankan bahwa iman bukan sekadar pengakuan lisan. Iman, katanya, harus melahirkan kesadaran, syukur, dan tanggung jawab, baik dalam relasi dengan Tuhan maupun dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua, memelihara silaturahmi, serta memegang amanah dalam rumah tangga.
Kepemimpinan, termasuk di lingkup keluarga, adalah tanggung jawab moral yang kelak dipertanyakan.
Menutup kultumnya, Wabup Nasir mengingatkan bahwa yang paling mahal dalam hidup bukanlah jabatan atau harta, melainkan hidayah.
Ia mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum koreksi diri, waspada terhadap godaan yang kerap datang secara halus melalui ambisi dan kesibukan duniawi.
Safari Ramadan di Balauring malam itu pun berlangsung khidmat, menjadi panggung refleksi tentang iman sekaligus cermin upaya merawat persatuan di Kabupaten Lembata. (Prokompimkablembata)
















