- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Paroki Salib Suci Hoelea Gelar Penguatan Agen Pastoral
Melalui kegiatan ini diharapkan para agen Pastoral Paroki Salib Suci Hoelea semakin memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam melayani umat

LEMBATA, MDTV-NEWS.COM - Paroki Salib Suci Hoelea, Kedang, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Penguatan Agen Pastoral Gereja Paroki Salib Suci Hoelea (PSSHL), bertempat di Gereja Paroki Salib Suci Hoelea, Sabtu 14/3/2026.
Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diinisiasi langsung oleh Pastor Paroki RD. Edi Saban, Pr, menjelang pelantikan struktur pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Pastoral Stasi (DPS).
Kegiatan yang menghadirkan RD. Yansen, Pr sebagai narasumber ini diselenggarakan oleh Tim DPP Paroki Salib Suci Hoelea dengan melibatkan berbagai unsur agen pastoral di tingkat paroki. Peserta yang hadir terdiri dari Pengurus Inti Harian Dewan Pastoral Paroki (DPP), Ketua Seksi Harian Paroki, Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS), serta Ketua Komunitas Basis Gerejani (KBG) Se-Paroki Salib Suci Hoelea.
Baca Lainnya :
- Lembata Siap Jadi Tuan Rumah Operasi Katarak Gratis, 300 Warga 3T Ditargetkan Pulihkan Penglihatan0
- Pertemuan Para Uskup Dengan Kepala Daerah se-Daratan Flores dan Lembata0
- Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal0
- Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polres Lembata Siaga Hadapi Mudik di Tengah Bayang-bayang Gejolak Global0
- Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata0

Dari total 251 peserta yang diundang, sebanyak 168 orang mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima sejumlah materi penting, antara lain:
Peran dan tanggung jawab menjadi Agen/Dewan Pastoral di tingkat Paroki, Stasi, KBG, dan kelompok kategorial. Tata kelola program pastoral dan pengelolaan harta benda gereja. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan laporan RKT. Pengurus Gereja dan Dana Amal (PGDA). Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki beserta sudut pandang pelaksanaannya. Tata kelola keuangan gereja.
Dalam pengantar materinya, Romo Yansen membuka sesi dengan sebuah kisah tentang pengajaran Yesus bersama para murid-Nya di sebuah bukit. Metode penyampaian yang sederhana namun komunikatif membuat para peserta semakin antusias mengikuti kegiatan.
Menariknya, dalam penyampaian materi Romo Yansen tidak menggunakan media elektronik modern, melainkan papan tulis dan spidol sebagai media utama, yang didukung dengan bahan fotocopy materi yang telah disiapkan bagi peserta, cara ini justru membuat suasana pembelajaran lebih interaktif dan dekat dengan peserta.
Di akhir kegiatan, para peserta menyepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain:
Mendalami kembali materi yang telah diberikan dengan membaca ulang bahan yang tersedia. Terus belajar dan memperkuat kapasitas sebagai agen pastoral. Mengadakan pertemuan lanjutan untuk meninjau kembali alat dan tata kelola pastoral yang melibatkan DPP, DPS, dan agen pastoral lainnya. Menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) secara lebih terarah. Menyusun perencanaan dan tata kelola keuangan gereja yang transparan dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini diharapkan para agen Pastoral Paroki Salib Suci Hoelea semakin memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam melayani umat serta membangun kehidupan meng gereja yang lebih tertata dan partisipatif di tingkat paroki, stasi, dan KBG.***
















