- Andika Terpilih Jadi Ketua PP IPMALUTIM, Usung Arah Baru Organisasi
- Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan
- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
Pemda Lembata Pacu Transformasi Pelaku Usaha: Bimtek OSS-RBA Jadi Langkah Strategis Hadapi Tantangan Teknologi dan Regulasi Modern
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemda Lembata dalam menyiapkan pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan sistem pelayanan perizinan digital yang semakin menuntut ketelitian, akurasi, serta kesiapan administratif.

MDTV-NEWS.com, Lewoleba - Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kompetensi para pelaku usaha lokal di tengah derasnya perkembangan teknologi dan kompleksitas regulasi perizinan modern.
Hal ini ditandai dengan dibukanya Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan Berbasis Risiko melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, di Ballroom Olympic, Lewoleba, Senin (24/11).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemda Lembata dalam menyiapkan pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan sistem pelayanan perizinan digital yang semakin menuntut ketelitian, akurasi, serta kesiapan administratif.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak0
- Raker Pemprov NTT, Gubernur Melki Tekankan Efisiensi Anggaran, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Nyata Sentuh Masyarakat0
- Sambut Hari AIDS Sedunia, Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama0
- Menggali Peran Budaya Lokal dalam Perlindungan Anak: Plan Indonesia Gelar Diskusi Kelompok Terarah Bersama Tokoh Adat dan Pemerintah Desa.0
- Pemkab Lembata Apresiasi Kontribusi PT SMJ, Dorong Modernisasi Pertanian dan Peningkatan PAD0
Sebanyak 120 peserta terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil, menengah, hingga calon pelaku usaha mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat daya saing usaha lokal di era transformasi digital.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Muhamad Nasir menegaskan bahwa implementasi OSS-RBA bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan pintu masuk menuju pembenahan tata kelola usaha yang lebih modern dan profesional.
“Manfaatkan Bimtek ini sebagai momentum perubahan menuju pelayanan perizinan yang lebih profesional, modern, dan berorientasi pada hasil. Kita harus memastikan bahwa pelaku usaha Lembata tidak tertinggal dalam kompetisi usaha yang kini bergantung pada teknologi,” tegas Nasir.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap menjadi fasilitator yang mendorong terbangunnya ekosistem usaha berbasis risiko, sehingga setiap pelaku usaha dapat memahami prosedur perizinan sesuai kategori risiko usahanya mulai dari rendah, menengah, hingga tinggi.
Untuk memperkuat kualitas pembekalan, Bimtek ini menghadirkan empat narasumber ahli yang masing-masing membawakan materi teknis dan praktis, yaitu: Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Praktisi OSS-RBA, serta Konsultan Perizinan dan Kepatuhan Usaha.
Para narasumber ini memberikan pemahaman komprehensif tentang standar teknis, dokumen lingkungan, pemanfaatan ruang, hingga cara memenuhi kewajiban pelaporan pengawasan berbasis risiko yang kini menjadi unsur penilaian penting pemerintah pusat.
Selain fokus pada perizinan, Bimtek ini juga menekankan bagaimana pelaku usaha perlu terus meningkatkan literasi digital khususnya dalam pemasaran, manajemen data, dan penggunaan platform resmi pemerintah.
Dengan sistem OSS-RBA yang sepenuhnya berbasis digital, Pemda Lembata menilai kemampuan adaptasi pelaku usaha terhadap teknologi akan berpengaruh langsung pada keberhasilan mereka mengembangkan usaha.
Pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga memperluas wawasan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Bimtek OSS-RBA ini menjadi bagian dari rangkaian program strategis Pemda Lembata untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, ramah teknologi, dan berdaya saing.
Pemda menegaskan akan terus menghadirkan pelatihan lanjutan, pendampingan perizinan, hingga fasilitas konsultasi intensif bagi pelaku usaha.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pemerintah berharap pelaku usaha Lembata semakin siap menghadapi era digitalisasi perizinan dan tuntutan regulasi modern, serta mampu berkembang lebih cepat dalam ekosistem usaha yang semakin kompetitif. (prokompimkablembata)
















