- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak kini berkembang menjadi kejahatan bermodus kompleks yang menuntut penanganan lebih serius.

MDTV-NEWS.com, Lewoleba - Kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2025 resmi dibuka di Hotel Olympic Lewoleba, Senin (24/11), menandai komitmen baru Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperkuat layanan perlindungan bagi kelompok rentan.
Mengusung tema “Pengembangan Kapasitas SDM Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak”, acara ini dibuka oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi.
Hadir sebagai tuan rumah, Kepala Dinas P2PA Kabupaten Lembata, Maria Anastasia Bara Baje, bersama berbagai unsur strategis seperti PLAN Indonesia, Lakpesdam NU, Permata, serta Forum PUSPA.
Baca Lainnya :
- Tongkat Gembala Berganti, Pemkab Lembata Apresiasi Mgr. Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro0
- Raker Pemprov NTT, Gubernur Melki Tekankan Efisiensi Anggaran, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Nyata Sentuh Masyarakat0
- Sambut Hari AIDS Sedunia, Dinkes Lembata Gelar Sosialisasi dan Anjangsana ke Tokoh Agama0
- Menggali Peran Budaya Lokal dalam Perlindungan Anak: Plan Indonesia Gelar Diskusi Kelompok Terarah Bersama Tokoh Adat dan Pemerintah Desa.0
- Pemkab Lembata Apresiasi Kontribusi PT SMJ, Dorong Modernisasi Pertanian dan Peningkatan PAD0
Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I, Quintus Irenius Suciadi, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak kini berkembang menjadi kejahatan bermodus kompleks yang menuntut penanganan lebih serius.
Ia menyebutkan, dinamika kasus yang semakin beragam hanya dapat ditangani melalui sinergi kuat antar lembaga, baik dalam aspek kebijakan maupun pelaksanaan program di lapangan.
“Kita dihadapkan pada bentuk kekerasan yang terus bertransformasi. Karena itu, kerja bersama antarsektor adalah keharusan,” ujarnya.
Bupati Kanis Tuaq lebih jauh menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk menghadirkan perlindungan nyata bagi perempuan dan anak.
Ia menyoroti pentingnya edukasi, pendampingan, layanan terpadu, hingga penegakan hukum yang berjalan beriringan guna menekan jumlah korban. Menurutnya, langkah-langkah ini hanya efektif bila semua pemangku kepentingan memiliki kapasitas yang setara dalam penanganan kasus.
Namun Bupati juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan tak boleh berhenti pada pelatihan teknis semata. Ia mendorong hadirnya gerakan budaya yang menghargai martabat perempuan dan anak.
Penanaman nilai kesetaraan sejak dini, serta respons cepat dan profesional terhadap setiap laporan kekerasan, disebut sebagai fondasi utama yang harus diperkuat pemerintah dan masyarakat.
“Pencegahan bukan hanya soal sistem, tetapi juga soal cara kita membangun peradaban,” tegasnya.
Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari berbagai unsur layanan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, kepekaan, dan ketepatan layanan dalam menangani kasus kekerasan.
Panitia mencatat empat indikator keberhasilan utama: meningkatnya pemahaman peserta, membaiknya kualitas penanganan kasus, ketepatan waktu layanan, serta terbentuknya jejaring kerja antar lembaga yang lebih kuat.
Penguatan SDM ini dipandang krusial mengingat tingginya kasus kekerasan, lemahnya koordinasi sektor, serta masih rendahnya ketahanan institusional penyedia layanan.
Karena kegiatan ini sangat penting, Narasumber utama pun langsung dari Kepala Dinas P2PA Maria Anastasia Bara Baje dan akademisi Psikologi Universitas Nusa Cendana Kupang. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM adalah jalan terdepan untuk memperbaiki sistem perlindungan yang selama ini dinilai belum optimal.
Mereka menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh, mulai dari pengetahuan teknis, etika pelayanan, pemahaman psikososial korban, hingga penguatan prosedur kerja terpadu antar lembaga.
Bupati mengajak masyarakat Lembata agar terus membangun lingkungan yang responsif gender dan bebas kekerasan. “Kita tidak boleh membiarkan kekerasan terjadi di sekitar kita. Melindungi perempuan dan anak berarti melindungi masa depan Lembata,” pungkasnya. (prokompimkablembata)
















