- Diangkat dari Kisah Nyata Brigjen Pol Sumy Hastry, Film \"AUTOPSY: Dead Body Can Talk\" Siap Tayang September
- Ketua IWO Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen : Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru, Harapkan Sinergi dan Komunikasi Semakin Erat dengan Insan Pers
- Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
- Bupati Lembata Lantik 13 Kepala Sekolah dan 42 Pejabat Fungsional
- Susana Prada menghadirkan pangan Lokal Jagung titi di Festival Lamaholot 2026
- Pemerintah Resmi Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Bupati Lembata Lepas Peserta Karnaval Budaya Festival Lamaholot
- Koordinasi di Jakarta, BPP DOB Perkuat Arah Perjuangan Provinsi Luwu Raya
- PAD Tumbuh 16,33% Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan
- Gemuruh Buri Buka Festival Lamaholot 2026, Lembata Gaungkan Persatuan untuk Indonesia dan Dunia
LBH Sikap Mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Awasi Ketat Mitra dan Calon Mitra BGN di Kab. Lembata
LBH Sikap Mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Awasi Ketat Mitra dan Calon Mitra BGN di Kabupaten Lembata

Lewoleba, mdtv-news.com - Lembaga Bantuan Hukum dan Studi Kebijakan Publik Lembata mendesak Badan Gizi Nasional untuk mengawasi secara ketat calon mitra BGN yang ada di Lembata.
Hal ini disampaikan LBH SIKAP Lembata melalui Ketua bidang Studi Kebijakan Publik (sikap) Yoan Lucano Peuobung, S.H melalui media ini.
Pria asli Omesuri ini mewakili lembaganya mendesak agar Badan Gizi Nasional (BGN) mengawasi secara ketat Mitra dan calon Mitra BGN di Kabupaten Lembata Provinsi NTT.
Baca Lainnya :
Berdasarkan data yang kami himpun melalui tim kami, terdapat mitra dan beberapa calon mitra BGN di Lembata yang Kondisi dapurnya jauh dari standar BGN, sebagai Salah satu kekuatan masyarakat sipil atau _civil society_ di Lembata kami berkewajiban mengemukan hal ini, agar mitra yang diloloskan BGN harus benar-benar memiliki dapur yang baik dan layak sesuai standar BGN, tidak asal dapur saja.
Lanjutnya, dapur maupun calon dapur harus benar-benar sesuai dengan standar BGN tidak bisa tidak, karena jika tidak sesuai standar BGN, maka mestinya dievaluasi oleh petugas yang ditugaskan BGN untuk hal itu, pungkas Yoan.
Melalui media ini, kami juga menyatakan kepada para Komcad (SPPI) yang bertugas di Lembata agar objektif dalam melakukan verifikasi terhadap calon mitra BGN di Lembata, jika kondisi dapur tidak layak, sampaikan apa adanya jika dapurnya tidak layak, kami sampaikan hal ini untuk kebaikan bersama, tidak punya tendensi apapun.
Senada dengan rekannya, Wakil Ketua Bidang Advokasi LBH SIKAP Lembata Adrianus Sosimus Laba, S.H juga menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) harus mengawasi secara ketat sejumlah mitra dan calon mitra BGN di Lembata, agar dapur yang didirikan harus sesuai standar Badan Gizi Nasional, tidak bisa tidak, karena akan berdampak pada pelayanan Kepada anak adik kita penerima manfaat makan bergizi gratis ini, ungkap Adrian.
Mantan Ketua Mawu Kupang ini juga menyampaikan jika didaerah lain, mulai terbuka bahwa diduga terdapat jual beli titik koordinat calon Mitra BGN oleh oknum petugas yang ditugaskan BGN, kami harap hal semacam itu tidak terjadi di Lembata.
Jika terjadi maka, kami tidak segan-segan akan adukan oknum-oknum itu ke pihak berwajib, untuk di Proses secara hukum. Dan akan kami Surati Bapak Presiden Prabowo biar hal ini mendapat perhatian serius.
Kami mohon semua pihak termasuk Polri, Kejaksaan, TNI dan semuanya untuk ikut mengawasi mitra BGN dan calon mitra BGN di Kabupaten Lembata ini, agar pelayanan makan bergizi gratis untuk anak dan adik kita berjalan benar-benar sesuai dengan standar BGN, sesuai prosedur yang berlaku, jauh dari praktek Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), ungkap Adrian.
















