- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
Matangkan Strategi Akselerasi Pembangunan Berbasis Potensi Lokal, Bupati Kanis Pimpin Langsung Rapat Konsolidasi Program Kegiatan 2026
Ia menekankan bahwa program tahun 2026 harus bertransformasi dari sekadar kegiatan rutinitas menjadi program yang memiliki dampak terukur dan menjawab langsung kebutuhan mendasar masyarakat

MDTV-NEWS.com, Lewoleba - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata mempertajam fokus strategi pembangunan untuk Tahun Anggaran 2026, dengan penekanan utama pada percepatan pembangunan yang berbasis pada potensi lokal.
Fokus ini dikonsolidasikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, pada Rabu (12/11).
Baca Lainnya :
- Cold storage Membuahkan Hasil,Bidang Peternakan setorkan PAD ke Badan Pendapatan Daerah.0
- Cold storage Membuahkan Hasil,Bidang Peternakan setorkan PAD ke Badan Pendapatan Daerah.0
- Bupati Lembata Ajak Warga Jadikan Gerakan Menanam Sebagai Gaya Hidup0
- Menjaga Toleransi,FKUB Lembata Rayakan Hari Toleransi Internasional Bersama Paguyuban Nusantara0
- Festival Tanah Mean 2025: Kolaborasi Strategis Wujudkan Ketangguhan Bencana di Lembata.0
Meskipun memimpin secara virtual bersama Sekretaris Daerah Paskalis Ola Tapo Bali, Bupati Kanis Tuaq menyampaikan arahan tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir.
Ia menekankan bahwa program tahun 2026 harus bertransformasi dari sekadar kegiatan rutinitas menjadi program yang memiliki dampak terukur dan menjawab langsung kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tahun 2026 harus menjadi momentum percepatan pembangunan berbasis potensi lokal kita, yakni pertanian, peternakan, perikanan, dan pengembangan UMKM,” tegas Bupati Kanis.
Salah satu fokus utama yang mengemuka dalam konsolidasi ini adalah penetapan sejumlah target ambisius untuk kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat.
Pemkab Lembata mencanangkan program strategis yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2028, meliputi: Mandiri Ayam Pedaging pada 2026, Mandiri Ayam Petelur, Bawang dan Sayur Umbi targetnya pada 2027, dan Mandiri Garam pada 2028.
Strategi ini akan didukung oleh penguatan klaster-klaster pertanian dan peternakan di berbagai wilayah, seperti Klaster BOTANI berupa Perbenihan Jagung dan Kacang, Klaster Baopana–Hadakewa berupa Jagung Pulut, dan Klaster Wairjarang–Mingar–Tapobali berupa Bukit Ruminansia.
Selain ketahanan pangan, rapat tersebut juga menggarisbawahi program-program yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta inisiatif unik berupa asuransi tenaga kerja bagi para pengiris tuak dan pemburu ikan paus, sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja di sektor-sektor tradisional.
Pengembangan olahan hasil pertanian dan perikanan serta rencana pemasaran hasil ternak 'Bukit HOG' juga menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal.
Sekretaris Daerah, Paskalis Ola Tapo Bali, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya sinergi untuk mencapai target tersebut. Ia mengingatkan agar para pimpinan OPD meninggalkan ego sektoral.
“Kita tidak boleh bekerja secara sektoral. Setiap OPD harus membuka ruang kolaborasi lintas sektor agar hasilnya lebih optimal,” ujar Paskalis.
Ia juga memberi peringatan keras bahwa orientasi ke depan harus pada capaian kinerja (outcome), bukan lagi sekadar berfokus pada serapan anggaran (output).
Melalui konsolidasi ini, Pemkab Lembata berupaya menyatukan persepsi dan langkah seluruh perangkat daerah untuk memastikan program 2026 berjalan sinkron dan berkelanjutan, demi mewujudkan Visi Lembata yang Maju, Lestari dan Berdaya Saing.
(ProkompimpemkabLembata)
















