Pemerintah Kabupaten Lembata Serahkan Bantuan Langsung Kepada Warga Terdampak Gempa di Desa Babokerong

By MDTV News 16 Apr 2026, 17:45:10 WIB,   Dibaca: 3 Kali Daerah
Pemerintah Kabupaten Lembata Serahkan Bantuan Langsung Kepada Warga Terdampak Gempa di Desa Babokerong

LEMBATA, MDTV-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Lembata menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan bencana melalui kehadiran Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir yang menyerahkan langsung bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung, Rabu (15/4).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Babokerong tersebut dihadiri juga oleh staf ahli bupati, Kepala Pelaksana BPBD beserta tim, Kepala Kesbangpol, Kadis Perkimtan, Kadis PMD, perwakilan Dinas PUPR, Perwakilan Dinas Sosial, Camat Nagawutung, Kepala Desa Babokerong, serta masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Nagawutung, Vitalis Hubetus Wajo, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas ketabahan masyarakat sekaligus kehadiran pimpinan daerah di tengah situasi bencana.

Baca Lainnya :

“Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir bersama masyarakat. Bantuan ini bukan semata soal jumlah, tetapi wujud kepedulian dan kebersamaan,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD, Yohanes Gregorius S. Demo, ST. MM, menjelaskan bahwa gempa terjadi dalam rentang waktu 8 hingga 11 April 2026, dengan kejadian pertama tercatat pada pukul 23.27 WIB. Aktivitas gempa tersebut tergolong gempa tektonik dangkal yang diduga berkaitan dengan kemunculan sesar aktif baru di wilayah laut, membentang dari sekitar Pulau Solor hingga perairan depan Desa Babokerong.

Selama periode tersebut, sedikitnya enam kali gempa dirasakan langsung oleh masyarakat. Meskipun tren aktivitas mulai menurun, dampak yang ditimbulkan tetap signifikan, meliputi kerusakan pada 35 unit rumah warga, 1 fasilitas umum berupa masjid, serta dampak psikologis bagi masyarakat.

Hasil asesmen lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar rumah warga belum memenuhi standar konstruksi tahan gempa, terutama pada struktur kolom dan ring balok. Kondisi ini menjadi faktor yang memperbesar tingkat kerusakan saat gempa terjadi.

Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah melalui BPBD segera melakukan langkah penanganan cepat, mulai dari koordinasi intensif dan pemantauan lapangan secara real-time, pelaksanaan kaji cepat (rapid assessment), hingga penyaluran bantuan darurat. 

Selain itu, pemerintah juga telah mengusulkan bantuan ke BNPB melalui Dana Siap Pakai (DSP) serta menyusun kajian pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi.

Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan langkah mitigasi jangka menengah, seperti sosialisasi rumah tahan gempa, pelatihan keluarga tangguh bencana, serta penyusunan jalur evakuasi bagi masyarakat.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah keterbatasan.

“Pemerintah itu ibarat vitamin memberi dukungan dan penguatan. Namun kekuatan utama tetap berasal dari masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa bantuan yang diberikan masih terbatas, namun tetap menjadi wujud komitmen pemerintah untuk hadir, mendampingi dan memberikan dukungan kepada masyarakat di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

Adapun bantuan yang diserahkan meliputi 790 kilogram beras, 5 set peralatan dapur, 2 unit kasur, serta perlengkapan makan berupa piring dan gelas.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati Kanis juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, sekaligus mendorong penguatan kemandirian ekonomi melalui sektor perikanan, pertanian, dan peternakan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.

Sejalan dengan Bupati, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga hingga proses pemulihan.

“Musibah ini adalah ujian yang harus dihadapi dengan keikhlasan. Yang terpenting, masyarakat tidak sendiri. Pemerintah akan terus hadir memastikan penanganan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Wabup Nasir juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi ke depan, terutama dengan adanya indikasi sesar aktif baru yang berpotensi menimbulkan risiko lanjutan. Pemerintah, menurutnya, akan menyusun regulasi teknis pembangunan rumah tahan gempa sebagai langkah preventif.

Di akhir kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak, didampingi staf ahli bupati, Camat Nagawutung, dan perwira penghubung.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah, tetapi juga mencerminkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, guna memastikan pemulihan berjalan berkelanjutan dan masyarakat menjadi lebih tangguh menghadapi risiko bencana.(ProkompimPemKabLembata)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan - Iklan SidebarKanan ucapanKanan Ucapan HPN David VigisKanan ucapan HPN ketua PKNKanan HPN KesbangKanan HPN Bapenda

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.