- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Wabup Lembata Buka Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting: Tekankan Kolaborasi Menuju Zero Stunting
\"Penanganan stunting adalah gerakan bersama. Kita akan terus membangun kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder.

MDTV-NEWS.com, Lewoleba - Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, membuka kegiatan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting Tingkat Kabupaten Lembata di Olympic Ballroom, Lewoleba, Rabu (26/11).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting yang masih menjadi isu prioritas nasional.
Wabup Nasir mengapresiasi kerja seluruh pihak yang telah berkontribusi menurunkan angka stunting selama beberapa tahun terakhir, namun tetap mengingatkan untuk terus berkolaborasi.
Baca Lainnya :
- Wabup Nasir Tinjau Verifikasi Lapangan Dukungan Sumur Bor BNPB di Podu dan Tagawiti0
- Pemkab Lembata Gelar Apel Hari Guru Nasional 2025 dan HUT ke-80 PGRI, Bupati Tuaq: Guru adalah Penjaga Masa Depan Bangsa0
- Pemda Lembata Pacu Transformasi Pelaku Usaha: Bimtek OSS-RBA Jadi Langkah Strategis Hadapi Tantangan Teknologi dan Regulasi Modern0
- Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak0
- Raker Pemprov NTT, Gubernur Melki Tekankan Efisiensi Anggaran, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Nyata Sentuh Masyarakat0
"Penanganan stunting adalah gerakan bersama. Kita akan terus membangun kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Berbagai capaian yang kita raih jangan membuat kita lengah. Perjalanan kita masih panjang untuk mencapai zero stunting," tegasnya.
Stunting sendiri hingga kini masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia.
Secara nasional, Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) dari Badan Litbangkes tahun 2018 mencatat prevalensi stunting sebesar 30,8 persen. Melalui upaya berkelanjutan pemerintah, SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) 2024 menunjukkan penurunan signifikan menjadi 19,8 persen, lebih rendah dari proyeksi Bappenas sebesar 20,1 persen dan mendekati standar WHO.
Di Kabupaten Lembata, prevalensi stunting menurun dari 15,9% (2022) menjadi 9,4% (2023) dan 6,8% (2024), namun masih ada disparitas wilayah yang perlu diatasi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Rosadelima Tuto, melaporkan bahwa berdasarkan e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) prevalensi stunting menurun, namun SSGI 2024 mencatat prevalensi stunting Lembata sebesar 25,7%, underweight 31,7%, dan wasting 21%.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan data, serta pendekatan lapangan yang lebih presisi. "Mari terus kita jaga tren positif ini! Dengan bekerja lebih dekat dengan masyarakat, kita dapat mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing," pungkas Wabup Nasir.
Dengan kolaborasi yang semakin mantap, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap percepatan penurunan stunting dapat terjadi merata di seluruh wilayah dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
Hadir saat itu, Ketua Komisi III DPRD Lembata, Abdurrahman Muhammad, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi, Kadis Kesehatan, dr. Goerillya Huar Noning, Kadis P2PA, Maria Anastasia Bara Baje, dan unsur pendukung program stunting lainnya termasuk para Camat. (prokompimkablembata)
















