- Andika Terpilih Jadi Ketua PP IPMALUTIM, Usung Arah Baru Organisasi
- Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan
- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
Wabup Nasir Tinjau Verifikasi Lapangan Dukungan Sumur Bor BNPB di Podu dan Tagawiti
Untuk kepentingan rakyat, tidak boleh ada sengketa mengenai tanah yang akan menjadi lokasi sumur bor. Tanah harus dihibahkan agar pembangunan tidak terhambat

MDTV-NEWS.com, Tagawiti, 25 November 2025 — Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos bersama tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, melakukan verifikasi lapangan terkait rencana dukungan pembangunan sumur bor dari BNPB untuk wilayah Kabupaten Lembata.
Kegiatan verifikasi berlangsung di dua lokasi pemukiman Podu dan Desa Tagawiti, yang berada pada hamparan Tanjung, Kecamatan Ile Ape wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih, terutama pada musim kemarau panjang.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Nasir menegaskan bahwa pembangunan sumur bor merupakan kebutuhan mendesak untuk menunjang kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa seluruh proses harus berjalan tanpa kendala, termasuk urusan lahan yang akan menjadi titik pengeboran.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lembata Gelar Apel Hari Guru Nasional 2025 dan HUT ke-80 PGRI, Bupati Tuaq: Guru adalah Penjaga Masa Depan Bangsa0
- Pemda Lembata Pacu Transformasi Pelaku Usaha: Bimtek OSS-RBA Jadi Langkah Strategis Hadapi Tantangan Teknologi dan Regulasi Modern0
- Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak0
- Tongkat Gembala Berganti, Pemkab Lembata Apresiasi Mgr. Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro0
- Raker Pemprov NTT, Gubernur Melki Tekankan Efisiensi Anggaran, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Nyata Sentuh Masyarakat0
“Untuk kepentingan rakyat, tidak boleh ada sengketa mengenai tanah yang akan menjadi lokasi sumur bor. Tanah harus dihibahkan agar pembangunan tidak terhambat,” tegas Wakil Bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu syarat utama adalah memastikan sumur bor menghasilkan air tawar yang layak konsumsi agar dapat dimanfaatkan untuk semua kebutuhan masyarakat, mulai dari air minum, mandi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Tim BNPB melakukan pengecekan teknis di lapangan untuk memastikan kelayakan lokasi, kondisi geologi, dan potensi sumber air sebelum memberikan dukungan penuh pada pembangunan fasilitas tersebut. Kehadiran sumur bor nantinya diharapkan mampu mengatasi kekurangan air bersih yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan utama masyarakat di wilayah Tanjung Ile Ape.
Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas perhatian dan dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, serta berharap agar pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan demi peningkatan kesejahteraan warga. ( Prokompim PemKabLembata )
















