- Diangkat dari Kisah Nyata Brigjen Pol Sumy Hastry, Film \"AUTOPSY: Dead Body Can Talk\" Siap Tayang September
- Ketua IWO Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen : Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru, Harapkan Sinergi dan Komunikasi Semakin Erat dengan Insan Pers
- Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
- Bupati Lembata Lantik 13 Kepala Sekolah dan 42 Pejabat Fungsional
- Susana Prada menghadirkan pangan Lokal Jagung titi di Festival Lamaholot 2026
- Pemerintah Resmi Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Bupati Lembata Lepas Peserta Karnaval Budaya Festival Lamaholot
- Koordinasi di Jakarta, BPP DOB Perkuat Arah Perjuangan Provinsi Luwu Raya
- PAD Tumbuh 16,33% Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan
- Gemuruh Buri Buka Festival Lamaholot 2026, Lembata Gaungkan Persatuan untuk Indonesia dan Dunia
Warga Lamaau Kesulitan Air Bersih, Pemda Lembata dan PT Cendana Indopearls Distribusi 15.000 Liter Air

LEMBATA, MDTV-NEWS.Com — Warga Desa Lamaau, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, menghadapi kesulitan air bersih akibat kekeringan yang mulai melanda wilayah tersebut.
Merespons kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Lembata berkolaborasi dengan PT Cendana Indopearls menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Jumat (17/4/2026).
Sebanyak tiga mobil tangki dengan total kapasitas 15.000 liter air didistribusikan langsung kepada warga terdampak.
Baca Lainnya :
- Forum Warga Cinta Ina Kar ancam Duduki Kantor Desa Atakore,Kades Harus Transparan0
- Skema Baru Selamatkan Petani Lembata: Jagung Tongkol Dibeli, Harga Dijamin, Pembayaran Tunai0
- Pemkab Lembata Dorong Pengembangan Jambu Mente, Investor Lakukan Monitoring dan Survei Lapangan0
- Pemerintah Kabupaten Lembata Serahkan Bantuan Langsung Kepada Warga Terdampak Gempa di Desa Babokerong0
- Pemerintah Kabupaten Lembata Sambut Tim Pemeriksaan BPK, Perkuat Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel0
Penyaluran dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata sebagai bagian dari upaya tanggap darurat menghadapi krisis air bersih.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, yang turun langsung ke lokasi mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang mengalami kesulitan air bersih. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat,” ujar Bupati Kanis.
Pimpinan PT Cendana Indopearls, Haris, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi sulit seperti sekarang. Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan kami merasa terpanggil untuk membantu,” kata Haris.
Ia menambahkan, pihaknya siap melanjutkan dukungan apabila kondisi kekeringan masih berlanjut, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan BPBD.
Warga menyambut baik bantuan tersebut. Saleh Solan, tokoh masyarakat Desa Lamaau, mengaku bantuan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari warga.
“Terima kasih kepada pemerintah dan pihak perusahaan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang kesulitan air,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Wati, warga setempat, yang mengaku kesulitan memperoleh air bersih dalam beberapa waktu terakhir.
“Dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Andris Koban, menjelaskan bahwa kekeringan yang terjadi dipengaruhi oleh perubahan iklim yang menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan lebih kering dari biasanya.
“Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, Lembata termasuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada 2026,” kata Andris.
Ia menyebutkan, curah hujan di sejumlah wilayah NTT, termasuk Ile Ape Timur, berada pada kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian. Kondisi ini berpotensi memicu krisis air bersih yang berkepanjangan, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober mendatang.
Selain faktor iklim, kondisi di Ile Ape Timur juga dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok yang fluktuatif, sehingga turut berdampak pada ketersediaan sumber air di sejumlah desa, seperti Jontona, Lamatokon, dan Baolaliduli.
Pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam membantu masyarakat dan berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan untuk mengatasi dampak kekeringan yang meluas di wilayah Lembata.
“Diperlukan kerja bersama agar masyarakat dapat melewati kondisi ini dengan baik,” pungkas Bupati Kanis Tuaq. (Prokompimkablembata)
















