- Koordinasi di Jakarta, BPP DOB Perkuat Arah Perjuangan Provinsi Luwu Raya
- PAD Tumbuh 16,33% Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan
- Gemuruh Buri Buka Festival Lamaholot 2026, Lembata Gaungkan Persatuan untuk Indonesia dan Dunia
- Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot 2026, Tradisi Lamaholot dan Kreativitas Lokal Memikat Wisatawan
- Wisatawan Jelajahi Dua Desa Adat Atadei pada Hari Kedua Festival Lamaholot 2026
- Talk Show Festival Lamaholot: Digitalisasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Bukan Ancaman
- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
Wisatawan Jelajahi Dua Desa Adat Atadei pada Hari Kedua Festival Lamaholot 2026

LEMBATA, MDTV-NEWS.com – Memasuki hari kedua Festival Lamaholot 2026, Kamis (2/7/2026), para peserta dan wisatawan diajak mengikuti post tour budaya ke Komunitas Adat Lamaholot di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata.
Kunjungan difokuskan ke dua desa wisata, yakni Desa Atakore dan Desa Lusilame, yang menyuguhkan pengalaman langsung mengenal kehidupan masyarakat adat serta kekayaan budaya Lamaholot.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur menjelaskan, memasuki hari kedua, fokus kegiatan beralih pada eksplorasi budaya di Desa Wisata Atakore dan Lusilame.
Baca Lainnya :
- Talk Show Festival Lamaholot: Digitalisasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Bukan Ancaman0
- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya0
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun0
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 20260
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan0
Pada hari kedua Festival Lamaholot, para pengunjung dan wisatawan melakukan kunjungan ke rumah adat dan dapur alam karun di desa adat Atakore, wisatawan juga diajak mengexplore rumah adat suku dan situs budaya di kampung adat lewogolen desa Lusilame.Wisatawan juga mengunjungi aktivitas tenun khas Lusilame, kerajinan anyam dari daun lontar dan tempurung kelapa.
“Wisatawan mancanegara disambut dengan tarian Holo Beba sebelum diajak mengunjungi dapur alam geothermal Karun Watuwawer, salah satu potensi wisata unik yang dimiliki Lembata”, ungkapnya.
“Mereka juga menyaksikan secara langsung aktivitas menenun kain tradisional, kerajinan anyaman lontar, serta menikmati beragam kuliner khas masyarakat setempat”, tandasnya.
Interaksi tersebut memberikan pengalaman autentik mengenai kehidupan masyarakat adat yang masih menjaga tradisi leluhur.Perjalanan budaya kemudian dilanjutkan ke Kampung Adat Lewogolen. Di lokasi ini, para wisatawan diperkenalkan dengan permainan rakyat Gese dan Erak, serta pertunjukan tari tradisional Dua Bolo yang sarat makna kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan budaya.
Selain menyaksikan pertunjukan seni, para pengunjung memperoleh pengalaman langsung hidup bersama masyarakat dan mengenal nilai-nilai budaya Lamaholot dari dekat.
Untuk diketahui, pentas seni budaya di Festival Lamaholot seperti tarian Dua Bolo dan Pole Walang dan tarian Polewalang secara khusus dihubungkan dengan kebersamaan dan harkat martabat masyarakat Lembata.
Persatuan di bawah payung budaya adalah kunci kemenangan. “Nama Lamaholot dijelaskan sebagai Lama (kampung) dan “Holot (bersambungan), mengandung makna bahwa meskipun terdapat perbedaan kultur dan budaya, tujuan bersama adalah membangun peradaban dan kampung.
Maka perlu ada upaya untuk menggali dan merevitalisasi budaya melalui tarian, nyanyian, dan bentuk lain agar dapat dipromosikan sebagai daya tarik ke mancanegara.
Festival Lamaholot juga merupakan evaluasi berkelanjutan untuk mempromosikan Kabupaten Lembata sebagai destinasi wisata budaya.
Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, kolaborasi dianggap esensial untuk membangun Lembata.
Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama merekatkan budaya dalam konteks Lamaholot, membangun kultur budaya yang baik demi mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan memajukan Lembata. ***















