- Lansia Hebat, Lembata Kuat: Wakil Bupati Lembata Buka Peringatan Hari Lansia Nasional
- Bupati Lembata Lepas 21 Calon Mahasiswa ke Semarang, Program Kuliah Sambil Bekerja Jadi Peluang Emas Generasi Muda
- Dorong Pembangunan Rumah Dinas Tenaga Kesehatan di Desa Bean,Wabup Nasir Tinjau langsung Lokasi
- Sambut Milad ke-60, KAHMI Makassar Gelar Baksos dan Tabligh Akbar di Pangkep
- Idul Adha di Waowala, Bupati Kanis Tekankan Solidaritas, Wabup Nasir Angkat Rehumanisasi Kehidupan
- Bupati Lembata Pimpin Evaluasi Program Strategis Daerah, Tekankan Kolaborasi dan Hilirisasi
- Bupati Lembata Dukung Penuh Ekspansi Jagung Industri LKARI
- Lembata Fishing Tournament 2026: Tuna 30 Kilogram Antar Emmanuel Toni Rebut Piala Bupati dan Uang Rp.75 juta
- Di Balik Harlah Fatayat NU: Data LKP3A Bicara, Kekerasan Perempuan-Anak di Lembata Menguak Fakta Pahit
- Berdaya dan Mendunia: Fatayat NU Lembata Launching Rumah Produksi & RA Qurrata A’yun
Pemkab Lembata dan PT. SMJ Sinergi Tingkatkan Kapasitas Petani Lewat Pelatihan Budidaya Jagung GAP
Pelatihan selama tiga hari ini melibatkan 180 petani dari lima kecamatan di Lembata, sebagai langkah nyata mewujudkan pertanian modern dan berkelanjutan.
Lembata, mdtv-news.com — Sebanyak 180 petani dari lima kecamatan di Kabupaten Lembata mengikuti pelatihan budidaya jagung berbasis Good Agriculture Practice (GAP) yang digelar oleh PT. Silvano Maynar Jaya (SMJ) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 2–4 November 2025, di Aula Ankara, Lewoleba, sebagai langkah memperkuat kemandirian dan kesejahteraan petani lokal.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Bupati Lembata dan dihadiri oleh Direktur PT. SMJ Silvester Sudin, Plt. Asisten III Setda Lembata, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program prioritas Pemkab Lembata melalui gerakan MELATI MEKAR (Mengubah Lahan Tidur Menuju Masyarakat Sejahtera).
Menurut laporan panitia yang disampaikan Stanislaus Kebesa, pelatihan GAP ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai praktik pertanian berkelanjutan, mulai dari pengelolaan lahan hingga pasca panen. GAP, katanya, menjamin hasil pertanian yang aman, bermutu, dan ramah lingkungan.
Baca Lainnya :
- Kemandirian Ekonomi: Bupati Kanis Serahkan Bantuan Sarana Prasarana untuk Nelayan0
- DPD NasDem Lembata Gelar Kegiatan Sosial Sambut HUT Partai0
- Wakil Bupati Lembata Serahkan SK 255 PPPK Paruh Waktu: Komitmen Membangun Dari Kekuatan Sendiri0
- Bupati Lembata Genjot Target PAD 85 Persen dan Hasilkan Rekomendasi di Pantai Epo Kolontobo0
- Buka Musda III PPNI Lembata, Wabup Nasir Tegaskan Perawat Sebagai Pilar Kemanusiaan0
“PT. SMJ menjawab panggilan aksi MELATI MEKAR dengan menghadirkan pelatihan dan pendampingan langsung bagi petani jagung di Lembata,” ujar Stanislaus.
Direktur PT. SMJ, Silvester Sudin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lembata atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata sinergi pemerintah dan swasta dalam membangun sektor pertanian daerah.
PT. SMJ saat ini telah aktif di sembilan kabupaten di NTT, membina 1.800 petani dan mempekerjakan lebih dari 800 karyawan tetap. Di Lembata, perusahaan menargetkan pengembangan lahan jagung seluas 300 hektar pada tahap awal, yang mampu menyerap 600 tenaga kerja dengan potensi perputaran uang hingga Rp 5 miliar saat panen.
“Pilar utama kami adalah P4: Pemberdayaan, Pelatihan, Pendampingan, dan Pengembangan. Tagline kami jelas: Bersama PT. SMJ Petani Maju,” tegas Silvester.
Ia menambahkan, tahun depan pihaknya menargetkan perluasan hingga 1.000 hektar dengan melibatkan 2.000 petani.
Dalam wawancara usai kegiatan, Silvester menegaskan komitmen perusahaannya untuk berkontribusi nyata di Lembata.
“Kami malu kalau gagal. Fokus kami adalah kesejahteraan rakyat melalui kerja sama dengan pemerintah. Keunggulan Lembata adalah lahan yang luas, tantangannya hanya pada motivasi petani. Kami hadir untuk menutup celah itu dengan aksi nyata,” ujarnya.
Bupati Lembata dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT. SMJ yang dinilainya sejalan dengan visi-misi Pemerintah Daerah.
“Kehadiran PT. SMJ di Lembata adalah bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah dan swasta untuk mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya disiplin dan penerapan teknologi dalam pertanian.
“Kelemahan kita selama ini adalah pola pikir yang belum disiplin. Petani harus belajar mengatur diri dan memanfaatkan teknologi pertanian agar hasil lebih maksimal. Lahan tidur dan sumber air akan kita optimalkan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak para petani untuk bangkit bersama dan memanfaatkan dukungan yang ada.
“Saya orang pertanian, dan kini hadir PT. SMJ untuk mendampingi. Mari kita jadikan momentum ini langkah nyata menuju kesejahteraan petani Lembata,” pungkasnya.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: MDTV News
Sumber: Kominfo Lembata
















