- Koordinasi di Jakarta, BPP DOB Perkuat Arah Perjuangan Provinsi Luwu Raya
- PAD Tumbuh 16,33% Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan
- Gemuruh Buri Buka Festival Lamaholot 2026, Lembata Gaungkan Persatuan untuk Indonesia dan Dunia
- Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot 2026, Tradisi Lamaholot dan Kreativitas Lokal Memikat Wisatawan
- Wisatawan Jelajahi Dua Desa Adat Atadei pada Hari Kedua Festival Lamaholot 2026
- Talk Show Festival Lamaholot: Digitalisasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Bukan Ancaman
- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
PLTMG 40 MW Wairita Salurkan Bantuan Sarpras Pengolahan Madu untuk KPS Gita Nian Luah di Kabupaten Sikka

SIKKA, MDTV-NEWS.Com — Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 40 MW Wairita menyalurkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pengolahan madu kepada Kelompok Pengelola Sistem (KPS) Gita Nian Luah di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Kepala Desa Hoder, Fransiska Konfrida.
Bantuan yang bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) ini merupakan upaya untuk mendukung pengembangan usaha pengolahan madu berbasis potensi lokal, sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat.
Baca Lainnya :
- May Day di Lembata: SBSI Pilih Aksi Sosial dan Penanaman Pohon, Suarakan 15 Tuntutan0
- Birokrasi Diutak-atik, Tiga Perda Lembata Fokus pada Kinerja dan Perlindungan Sosial0
- May Day di Lembata: Saat Buruh Pelabuhan Memilih \'Taan Tou\' Ketimbang Demonstrasi0
- Manis Semangka di Demplot Pemantik, Diprediksi Cuan Rp47 Juta, Perkuat Rantai Pasok Program MBG0
- Sedimentasi dan Sampah Perparah Banjir Lewoleba, Penanganan Jangka Panjang Mendesak0
Adapun sarana dan prasarana yang disalurkan meliputi refraktometer untuk mengukur kadar air madu, timbangan digital, alat penyaring, botol kemasan, label produk, lemari etalase, serta kursi dan meja penunjang operasional.
Manager PLTMG 40 MW Wairita yang diwakili oleh TL Administrasi, Muhammad Yogi Asy’ari Karim, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk madu yang dihasilkan kelompok.
“Dengan adanya dukungan sarana dan prasarana ini, kami berharap KPS Gita Nian Luah dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Koordinator Pendamping Provinsi, Samuel Sau Sabu, menilai bantuan tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat kelembagaan kelompok.
“Ini merupakan bentuk dukungan nyata dalam mendorong kemandirian kelompok, khususnya dalam pengembangan usaha pengolahan madu yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Pendamping Perhutanan Sosial, Adrianus Lawe, menyebut bantuan ini akan sangat membantu operasional kelompok di lapangan.
“Kami optimistis dengan dukungan ini, kelompok dapat berkembang lebih baik dari sisi produksi maupun manajemen usaha,” tuturnya.
Ketua kps, Fransiskus sales, turut menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan dan berkomitmen untuk memanfaatkannya secara optimal.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara perusahaan, pendamping, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Sikka.**
















